Showing posts with label PUBLIKASI. Show all posts
Showing posts with label PUBLIKASI. Show all posts

Monday, December 21, 2009

Pub-05

PEMANFAATAN LIMBAH PERTANIAN UNTUK PAKAN TERNAK

Oleh:
C. Imam Sutrisno
Jurusan Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak
Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro


1. ABSTRAK

Pengembangan usaha peternakan perlu didukung oleh peningkatan persediaan pakan ternak, yang antara lain dapat ditempuh dengan jalan memanfaatkan limbah pertanian. Limbah pertanian paling potensial adalah jerami padi dan sekam padi, hanya saja dalam pemanfaatannya terlebih dahulku harus mengatasi kendala yang ada. Banyak cara bisa ditempuh untuk mengatasi jerami padi sebagai pakan ternak. Salah satu yang ditawarkan adalah tape jerami padi karena hasil penelitian menunjukkan bahwa harganya lebih murah dibandingkan pakan ternak lain yang senilai gizinya, memberikan pertambahan bobot badan yang memadai dan mudah membuatnya. Penerapan teknologi baru ini memerlu kan pengkajian lebih lanjut sehingga layak dikembangkan di masyarakat luas.

Kata Kunci: limbah pertanian, pakan ternak, tape jerami




Continue Reading...

Sunday, December 20, 2009

Pub-04

PENGARUH BERBAGAI KADAR TETES TERHADAP KUALITAS
SILASE HIJAUAN JAGUNG (Zea mays)

Oleh:
Widyati, S., Sutrisno, C.I., dan B. Sukamto
Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro
Semarang


ABSTRAK

Penelitian tentang pengaruh penambahan 5 taraf urea (0, 2, 3, 4 dan 5% berat hijauan), terhadap kualitas silase telah dilakukan pada hijauan jagung yang berumur 7 minggu. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Kantong plastik digunakan sbagai tempat pembuatan silase, berlaku sebagai ulangan, berisi satu kilogram hijauan yang telah dicacah. Penyimpanan dalam silo (ukuran 1 x 1 x 0,5 m3). Dengan menggunakan cara distilasi tluen dan analisis proksimat, didapatkan bahwa bahan kering dan protein kasar menurun, sedangkan bahan ekstrak tanpa nitrogen (Beta-N) meningkat sesuai dengan penambahan tetes. Kandungan bahan kering, protein kasr dan Beta-N silase yang dibuat dengan menambahkan 2 – 3% tetes pada bahan asalnya, tidak jauh berbeda dengan hijauan yang berumur 7 minggu.

Kata Kunci: silase, hijauan jagung, tetes



Continue Reading...

Saturday, December 19, 2009

pub-03

DAYA CERNA DAN PERTAMBAHAN BOBOT DOMBA JANTAN
YANG MENDAPATKAN RANSUM PUCUK TEBU

Oleh:
Sutrisno, C.I., H.S. Sulistiyono, D.B. Vitus dan Whitono
Jurusan Nutrisi dan Makanan Ternak
Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro
Semarang


ABSTRAK

Penelitian tentang pengaruh penambahan 4 taraf urea (0; 0,5; 1,0 dan 1,5% bahan kering ransum), terhadap daya cerna bahan kering (DCBK), bahan organik (DCBO), konsumsi bahan kering (KBK), protein (KP), pertambahan bobot badan (PBB), dan keefisienan penggunaan makanan (KPM), telah dilakukan pada 16 ekor domba jantan (rataan bobot awal 20,0 + 1,0 kg, umur 1,0 – 1,5 tahun). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Kepada hewan percobaan diberikan ransum dasar pucuk tebu yang kualitasnya ditingkatkan dengan penambahan onggok dan urea. Setelah 2 bulan ternyata bahwa DCBK dan DCBO tertinggi (62,61 vs 63,98%) dicapai pada penambahan urea 1,09 dan 1,02%. KP dan KBP ransum memberikan pengaruh positip terhadap pertambahan bobot badan sampai batas pemberian urea 1,20%, sedangkan PBB dan KPM optimal pada tingkat pemberian urea 1,2% bahan kering ransum.

Kata Kunci: daya cerna, pucuk tebu, domba.




Continue Reading...

Friday, December 18, 2009

Pub-02

PENGARUH PENAMBAHAN Zn DAN LEMAK NABATI TERHADAP
AKTIVITAS FOSFATASE ALKALIS SERUM DARAH SAPI PERAH

Oleh:
Sutrisno, C.I*., dan T. Sutardi**
*Fakultas Peternakan UNDIP Semarang
**Fakultas Peternakan IPB Bogor


ABSTRAK

Penelitian tentang pengaruh penambahan 4 taraf Zn (0, 100, 200 dan 300 bpj) dan 3 taraf minyak Bimoli (0, 3, dan 6% BK ransum), terhadap aktivitas fosfatase alkalis (AFA) telah dilakukan pada 12 ekor sapi PFH dengan rataan bobot awal 110,25 + 34,94 kg dan umur 12,3 + 3,2 bulan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Bujur Sangkar Latin tak lengkap dengan 12 ekor sapi sebagai lajur dan 3 periode percobaan sebagai baris. Tiap periode lamanya 15 hari yang terbagi atas 10 hari masa peralihan dan 5 hari masa pengukuran. Kepada hewan percobaan diberikan ransum dasar yang kadar lemaknya ditingkatkan dengan penambahan minyak bimoli dan kandungan Zn nya diperkaya dengan ZnSO4.7H2O. Melalui cara Bessey et al. (1946) didapatkan bahwa AFA meningkat (P<0,08) dengan bertambahnya Zn dan lemak nabati, dan peningkatan tertinggi dicapai pada taraf penambahan 300 bpj Zn dn 3% lemak nabati.

Kata Kunci: minyak nabati, AFA, Zn




Continue Reading...

Thursday, December 17, 2009

Pub-01

STATUS MINERAL SAPI POTONG DI JAWA TENGAH

Oleh:
Sutrisno, C.I.1), T. Sutardi 2), dan Sulistyono, H.S1)
1) Fakultas Peternakan dan Perikanan Universitas Diponegoro
2) Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor


ABSTRAK

Telah dilakukan suatu penelitian lapang dan laboratoris untuk mengetahui status mineral sapi potong di Jawa Tengah, selama bulan Januari – Juni 1982. Rancangan yang digunakan adalah Faktorial 2 x 11 dengan menggunakan rancangan dasar Rancangan Acak Lengkap. Sebagai faktor adalah kelas umur sapi (2), dan daerah pengambilan contoh (11). Pengambilan contoh dilakukan di daerah Brebes (I), Banyumas (II), Purworejo (III), Wonogiri (IV), Semarang (V), Temanggung (VI), Magelang (VII), Boyolali (VIII), Grobogan/Purwodadi (IX), Pati (X), dan Rembang (XI). Contoh yang diambil dari 2 kelas umur sapi yang dipotong di Rumah Pemotongan Hewan terdiri dari darah (30 – 50 cc), hati (lobus dexter, 75 g), dan tulang rusuk ke 11 (6,5 cm). Setelah contoh mengalami berbagai perlakuan khusus, kemudian dianalisa dengan menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Mineral yang dianalisa adalah Fe, Cu, Zn, Mn, Co, Mo (dari hati), Ca, P, Mg (dari serum darah dan tulang) serta abu (dari tulang). Hasil dari penelitian ini adalah: 1) Umur tidak berpengaruh (P>0,05) pada status mineral sapi potong di Jawa Tengah, 2) Daerah berpengaruh (P<0,01) style="font-style: italic;">Kata Kunci: status, mineral, sapi potong



Continue Reading...

Wednesday, December 16, 2009

Pub-00

KOMPONEN SERAT DAN KECERNAAN IN VITRO AMPAS SAGU (Metroxylon Sp) AMONIASI



C. I Sutrisno, S. Sumarsih, dan BIM Tampubolon
Laboratorium Teknologi Makanan Ternak
Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro

ABSTRAK

Penelitian yang dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Makanan Ternak Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro bertujuan untuk mengkaji pengaruh amoniasi terhadap kualitas ampas sagu melalui analisis komponen serat, produksi VFA dan [NH3] secara in vitro. Penelitian ampas sagu dari Merauke dilaksanakan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial 3x3 dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama aras urea sebesar 0, 4, dan 8% bahan kering, dan faktor kedua lama pemeraman 0, 2, dan 4 minggu, Parameter pengamatan adalah komponen serat (Neutral detergent fibre-NDF dan Acid detergent fibre-ADF) dan kecernaan secara in vitro. Data dianalisis ragam dan uji wilayah ganda Duncan untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi antara perlakuan lama pemeraman dan aras urea terhadap komponen serat. Kadar NDF pada perlakuan lama pemeraman 0, 2, 4 minggu sebesar 36,32; 35,66; 33,25% dan pada perlakuan aras urea 0, 4, dan 8% sebesar 35,34; 35,05; 34,83%. Kadar ADF pada pelakuan lama pemeraman 0, 2, dan 4 minggu sebesar 27,00; 25,78; 23,77% dan pada perlakuan aras urea 0, 4, dan 8% masing-masing 25,83; 25,73; 25,00%. Terdapat interaksi antara produksi VFA dan [NH3]. Produksi VFA dan [NH3] tertinggi diperoleh pada kombinasi perlakuan urea 8% dan lama peram 4 minggu sebesar 145,67 mM dan 9,36 mM.
Disimpulkan bahwa penambahan aras urea pada amoniasi ampas sagu belum mampu menurunkan kadar NDF dan ADF secara signifikan. Lama pemeraman terbaik dicapai pada minggu ke-4 dengan penurunan kadar NDF dan ADF masing-masing sebesar 3,23% dan 2,68%. Produksi VFA dan [NH3] meningkat dengan makin lamanya waktu pemeraman sampai 4 minggu dan penambahan urea sampai aras 8%

Kata kunci : ampas sagu, amoniasi, urea, komponen serat, VFA, [NH3].




Continue Reading...
 

C. Imam Sutrisno Copyright © 2009 Designed by Victory Production for Blog Design